Minggu, 08 Desember 2013

Bigrafi Ustadz Yusuf Mansur

Ustadz yusuf mansur lahir di Jakarta pada tanggal 19 desember 1976. Anak dari pasangan Abdurrahman Mimbar dan humrif’ah menamatkan pendidikannya di Madrasah Aliyah Negeri Jakarta Barat pada tahun 1992. Ia juga pernah melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di jurusan informatika, namu tidak tamat karena lebih suka balapan motor. Kini, ustadz yusuf Mansur telah menikah dengan Siti Maemunah dan telah dianugerahi empat orang anak. Bahkan anak yang keempat lahir pada tanggal 17 agustus selisih beberapa jam dengan cucu pertama Presiden SBY.

Biografi Ustadz Yusuf mansur : Masa-masa kelam

Dibalik kesuksesannya sebagai ustadz yang terkenal, pendiri Pondok pesantren daarul quran dan pimpinan pengajian wisata hati, Ustadz Yusuf Mansur menyimpan masa-masa kelam di masa lalunya. Beliau pernah merasakan dinginnya hotel prodeo selama dua bulan yaitu tahun 1996 dikarenakan terlilit utang setelah mengalami kebangkrutan bisnis yang ditekuninya di bidang informatika. Pada tahun 1998, beliau kembali masuk bui dikarenakan cara hidup yang salah. Namun, justru di penjara inilah beliau mendapat hikmah yang sangat besar yaitu ilmu sedekah.

Biografi Ustadz Yusuf Mansur : kisah sukses

Setelah mengalami masa kelam keluar masuk penjara, ustadz yusuf Mansur mulai bangkit kembali. Beliau memulai bisnisnya dengan berjualan es di sekitar terminal kalideres. Dari ketekunan, keuletan serta ilmu sedekah yang diyakininya, bisnis ustadz yusuf Mansur terus berkembang, dari yang awalnya menggunakan termos beralih ke gerobak dan mempunyai banyak anak buah.
Awal sukses perjalanan karier ustadz yusuf Mansur dimulai dari perkenalannya dengan sebuah LSM. Selama di LSM itulah ustadz yusuf Mansur meluncurkan buku pertamanya yaitu wisata hati mencari tuhan yang hilang. Tanpa diduga, buku pertamanya itu, mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Berawal dari buku tersebut, ustadz yusuf Mansur kebanjiran order bedah buku dan sebagai penceramah agama. Di tengah ceramahnya, ustadz yusuf Mansur selalu menyisipkan ilmu sedekah yang disertai dengan berbagai keajaiban dan kisah nyata.

Selanjutnya karier Ustadz Yusuf Mansur makin mengkilap setelah bertemu dengan yusuf Ibrahim seorang produser dari label PT Virgo Ramayana Record yang menggandengnya menggarap kaset tausiah Kun Fayakun, The Power of Giving dan Keluarga. Kemudian bersama wisata hati dan sinemaArt, Ustadz yusuf Mansur juga meluncurkan Kasih Hati yang menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan berdasarkan kisah nyata. Kemudian bersama Zaskia Medca, Agus Kuncoro dan Dessy Ratnasari, ustadz yusuf menggarap film berjudul Kun fayakun yang merupakan proyek dari kegiatan roadshow selama januari-april 2008.

Melalui yayasan wisata hati yang dibentuknya, beliau juga menyediakan layanan sms kun fayakun untuk memberikan jawaban atas permasalahan yang ada. Ustadz yusuf Mansur juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al-quran (PPPA), sebuah program yang menyiapkan calon-calon penghafal alquran dan juga menjadi ladang sedekah bagi keluarga besar wisata hati.
Gimana? Mantap khan biografi ustadz yusuf Mansur. From zero to Hero. Tentu saja ini semua beliau capai dengan mempraktekkan ilmu sedekah yang selalu ia sampaikan dalam tiap ceramah.

 So, bagi teman-teman yang penasaran dengan profil ustadz yusuf Mansur, dapat temans ikuti ceramahnya tiap pagi ba’da subuh jam 05.00 di ANTV. Don’t Miss It!

Ustadz Yusuf Mansur

Kisah hidup Ustad Yusuf Mansur



Ustad Yusuf Mansur lahir dari keluarga Betawi yang berkecukupan. Ustad Yusuf adalah buah cinta dari pernikahan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah. Ustad Yusuf sangat dimanja oleh orangtuanya. Tak ada permintaannya yang tak dikabulkan oleh orangtuanya. Kala muda Ustad Yusuf gemar balapan motor. Ia lebih suka balapan dari pada kuliah. Ustad Yusuf yang kuliah di jurusan Informatika berhenti di tengah jalan. “Saya ini DO (droop Out),” cerita Ustad Yusuf. Pada tahun 1996 Yusuf terjun dibisnis Informatika. Sayang bisnisnya ini tak mendatangkan untung. Bahkan malah menyebabkan dirinya terlilit utang yang jumlahnya miliaran.

Gara-gara terlilit utang juga Ustad Yusuf harus merasakan dinginnya penjara selama 2 bulan. Lepas bebas Yusuf kembali mencoba berbisnis, tapi gagal lagi dan terlilit utang kembali. Cara hidup yang keliru membawa Ustad Yusuf Mansur kembali masuk bui pada 1998. “Saat itu saya lupa dan jauh dari Allah. Dampak dari itu luar biasa,” ucap Ustad Yusuf Mansur. Di penjara yang kedua, Yusuf mendekam di bui selama 14 hari. Hari-hari Yusuf terasa berat di dalam penjara. Satu hari di dalam penjara, Ustad Yusuf merasakan rasa lapar yang amat sangat. Maklum seharian belum makan, jatah makanan tidak ada. Di dekat tempat duduknya, Ustad Yusuf melihat sepotong roti. Ketika roti akan masuk ke mulutnya, ia melihat segerombolan semut yang tengah mencari makan. “Entah apa yang saya pikirkan saat itu. Yang pasti, saya membagi roti itu menjadi dua bagian, untuk semut-semut dan untuk saya sendiri sambil berharap mereka akan mendoakan saya agar segera mendapatkan makanan. Ajaib! Lima menit setelah itu saya dapat nasi bungkus Padang,” tutur Ustad Yusuf. Petunjuk itu yang membuat hidup Ustad Yusuf Mansur berubah. “Saya yang narapidana bisa mendapatkan manfaat dari berbagi roti dengan semut, apalagi yang sedang bebas di luar,” tandas pria yang menghabiskan masa kecilnya di madrasah ini. Hal ini yang menginspirasi Ustad Yusuf untuk menyampaikan materi sedekah di setiap tausiah.

Pengalaman di penjara juga yang menginspirasi Ustad Yusuf Mansur untuk menulis buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku itu terinspirasi kala Ustad Yusuf sangat rindu dengan orangtuanya. “Secara fisik, tembok penjara memang memisahkan saya dan orangtua. Tapi hati kami tidak terpisahkan. Akhirnya saya memejamkan mata dan mengosongkan pikiran. Saya bawa hati saya untuk bertemu dengan ibu dan saudara-saudara saya. Ajaib itu mampu mengobati rindu saya pada orangtua,” kenang ustad Yusuf Mansur.

Ustad Yusuf bahagia sekali kala kerabatnya menjemput dirinya dipenjara. Tapi baru keluar dari penjara, ia kembali berutang. Pasalnya mobil yang digunakan untuk menjempt Ustad Yusuf belum dibayar alias hutang. Lepas penjara Ustad Yusuf mencoba meminta uang pada orangtuanya sebesar 20 juta untuk modal usaha. Tapi kala itu orangtuanya tidak ada, yang ada hanya kerabatnya. Oleh kerabatnya, Ustad Yusuf diberi uang sebesar 20 ribu: 3 ribu untuk o­ngkos, 3 ribu untuk makan, dan sisanya dibuat modal untuk jual es plastik. Ustad Yusuf pernah jualan es di terminal Kali Deres. Hari pertama jualan, esnya hanya terjual 5 buah. Ustad Yusuf bingung dengan masa depannya. Ustad Yusuf terinspirasi kala mengaji dengan gurunya. Gurunya mengajar Ustad Yusuf untuk sedekah. Esoknya 5 butir esnya ia sedekah ‘kan pada anak-anak. “Usai sedekah, es saya tak kunjung laku. Saya jalan keliling terminal, tapi tidak ada yang beli. Lantas saya letakkan termos es di dekat masjid, sedang saya sholat dan berdoa. Ajaib, begitu selesai sholat es saya habis,” Ustad Yusuf kembali menceritakan betapa besarnya kekuatan sedekah.

Bisnis es Yusuf Mansur berkembang, tak lagi berjualan pake termos, tapi pakai gerobak. Ia juga mulai punya anak buah. Kabar Ustad Yusuf berjualan es sampai di telinga orangtuanya yang lantas mengutus pembantunya untuk mencari kebenarannya. Hasil utusan orangtua Ustad Yusuf tak bertemu. Ustad Yusuf tak lagi berjualan di Kali Deres lagi. “Utusan ibu saya bilang, pada ibu saya kalau saya tidak mungkin jualan es karena sebelumnya saya sudah terbiasa hidup enak,” katanya. Hidup Ustad Yusuf mulai berubah kala ia berkenalan dengan polisi. Polisi itu memperkenalkan ia dengan LSM. “Saat itu gaji saya cuma 50 ribu sebulan. Tapi senangnya saya kembali akrab dengan dunia komputer,” ucapnya. Selama kerja di LSM, Ustad Yusuf membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa. Ustad Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut.

“Cara saya membedah buku saya dengan bertutur. Ternyata cara ini banyak disukai orang. Dari sini saya sering diundang ceramah,” tutur Ustad Yusuf mengisahkan, pengalamannya meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustad Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.

Untuk mengejar hutangnya yang segunung alias milyaran dengan penghasilan yang ngepas Ustadz Yusuf Mansur mulai mengajar diterminal kali deres, mengajarkan sedekah, dengan mengajak orang mempraktekan sedekah maka pahalanya sama dengan jumlah nilai sedekah yang dikumpulkan, nilai pahala yang kekumpul akhirnya dengan izin Allah SWT hutangnya terlunasi dan penghidupannya yang menanjak.

Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu, sedang barangsiapa yang mengajak kearah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu.” (HR Muslim)


Karier Ustad Yusuf Mansur makin mengkilap setelah bertemu denganYusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record. Kerja samanya dengan Yusuf Ibrahim, Ustad Yusuf menelurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga Sakinah yang baru saja di lepas ke pasar.

Lewat tausiah, Ustad Yusuf berharap, bisa menutup semua dosa yang pernah ia perbuat. “Dosa saya ini banyak sekali, terutama pada orangtua saya. Saya ini pernah menjual tanahnya tanpa sepengetahuan beliau. Dengan tausiah saya berharap dosa saya makin lama makin hilang. Inilah yang bisa saya lakukan untuk Allah,” ucap Ustad Yusuf. Ternyata petunjuk Allah bisa datang dari mana saja dengan cara yang sama sekali tidak kita sadari. Seperti yang dialami Ustad Yusuf yang disadarkan oleh Allah melalui semut. Namun tidak semua orang mau mengambil hikmah dan pelajaran yang sedemikian banyak. Dan tidak semua mereka mau menjadikan Quran dan Sunnah sebagai pedoman kehidupannya.

Pocari Sweat

Pocari Sweat, Produk Jepang Yang Dipasarkan ke 16 Negara


Pocari Sweat merupakan produk minuman dari Jepang yang pemasarannya sudah mencapai 16 negara
Pengganti ion tubuh! Apa yang ada di benak anda jika mendengar kalimat itu? Ya, Pocari Sweat!. Minuman asal Jepang ini memang populer dipasaran Indonesia. Pelopor minuman isotonik ini sukses menjadi market leader di Indonesia meski sekarang sudah bermunculan berbagai produk serupa. Pada tahun 2010 saja tercatat penjualan Pocari Sweat sebesar Rp 1,4 triliun dan ditargetkan meningkat 21% pada tahun 2011. Hal ini tidak mustahil karena pasar Pocari Sweat di Indonesia menempati urutan ketiga terbesar dunia. Betul, kesuksesan minuman ini ternyata tidak hanya di Indonesia. Buktinya sampai saat ini Pocari Sweat sudah dijual di 16 negara di dunia.
Melihat kesuksesan Pocari Sweat tersebut, memunculkan pertanyaan bagi kita. Bagaimana awal bisnis Pocari Sweat dibangun hingga mencapai prestasi yang mengagumkan saat ini. Ternyata, pertanyaan itu terjawab sudah dari video Sejarah Pocari Sweat yang diunggah di Youtube.
Sejarah Pocari Sweat dimulai pada saat Rokuro Harima (penanggung jawab pengembangan minuman Otsuka) mengusulkan kepada Tokushima Akihiko (generasi ke-3 pendiri Otsuka yang pada saat itu menjadi kepala pabrik) untuk menggunakan cairan infus sebagai minuman berdasarkan pengalamannya di Mexico. Pada saat itu, sanitasi air disana buruk dan Harima yang terkena diare teringat peristiwa seorang dokter yang meminum cairan infus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang setelah melaksanakan operasi berjam-jam. Namun usulan itu belum disetujui karena dirasa belum saatnya.
Pada tahun 1976, Akihiko Otsuka menjabat sebagai Presiden Direktur (Presdir) Otsuka. Ketika itu beliau ingin mengembangkan minuman cairan infus yang pernah diusulkan Harima tiga tahun yang lalu. Lantas, Akihiko pun meminta kepada Harima beserta anak buahnya Akihisa Takaichi untuk menciptakan minuman kesehatan yang komposisinya sama dengan keringat sehingga menambah elektrolit dalam tubuh. Akihiko juga menginginkan rasa minuman itu tidak membosankan, yang berarti walaupun diminum setiap hari tetap terasa enak di tenggorokan. Kemudian pengembangan minuman tersebut diserahkan kepada Takaichi dengan supervisi dari Harima.
Takaichi akhirnya dapat membuat minuman dengan komposisi dari keringat setelah meneliti kandungan pada sampel keringat. Akan tetapi menurut Harima rasanya masih terlalu pahit dan tidak bisa diterima konsumen. Lalu, Takaichi terus bekerja keras untuk menemukan produk yang sempurna bahkan ia telah bereksperimen sampai lebih dari 1000 jenis minuman!. Akhirnya setelah 3 tahun, ia berhasil menemukan minuman kesehatan yang tidak terasa pahit, mengandung kadar gula dibawah 10%, dan terasa enak diminum sewaktu beraktifitas. Dan Presdir Akihiko pun menyetujui bahwa itu minuman yang diinginkannya.
Kemudian, Presdir Akihiko membawa minuman hasil temuan Harima dan Takaichi ke rapat direksi Otsuka Pharmaceutical. Benar saja, minuman itu ditolak oleh para direktur senior karena rasanya yang tidak biasa. Meskipun terjadi perdebatan, akhirnya Presdir Akihiko dengan keyakinannya tetap memutuskan untuk menjual produk ini karena keunggulan produk ini dapat dirasakan jika diminum setelah berkeringat, bukan di ruang rapat. Produk minuman ini lalu dinamakan Pocari Sweat, Pocari artinya memiliki kesan menyegarkan dan kata sweat yang artinya keringat dalam bahasa Inggris.
Penjualan Pocari Sweat dimulai April 1980. Akan tetapi produk ini tidak diterima di masyarakat  karena rasanya tidak enak. Berbagai macam cara pun sudah dicoba tetapi sambutan konsumen tetap buruk. Lantas pada saat itu, Presdir Akihiko mengeluarkan keputusan yang mencengangkan. Dibagikan gratis dalam jumlah yang tidak terbatas!. Itulah keputusan Presdir Akihiko agar Pocari Sweat dapat diminum setiap orang di setiap tempat. Dibagikan dalam jumlah sebanyak-banyaknya karena keunggulan Pocari Sweat tidak dapat dirasakan bila tidak diminum berulang-ulang. Beliau pun tidak takut rugi akan aksi ini sebab ia ingin menciptakan pasar baru. Menurutnya itu wajar kalau tidak bisa menjual pada awalnya. Yang terpenting saat itu ialah bagaimana mensosialisasikan konsep produk daripada menjual produk. Dengan demikian konsumen akan mengerti keunggulan Pocari Sweat dan penjualan akan meningkat nantinya.
Dengan demikian digelarlah operasi pembagian Pocari Sweat gratis secara besar-besaran di seluruh Jepang. Produk ini ditawarkan secara efektif ditempat orang-orang yang mudah berkeringat seperti tempat olahraga, pemandian air panas, ataupun di pinggir jalan. Selain itu, konsumen juga diberi edukasi akan keunggulan Pocar Sweat. Akhirnya dengan program ini, Pocari Sweat semakin dikenal konsumen.
Disisi lain, kerugian perusahaan semakin meningkat karena jumlah Pocari Sweat yang telah dibagikan mencapai lebih dari 30 juta kaleng atau senilai 400 milyar rupiah!. Akan tetapi hal itu tidak menggoyahkan keyakinan PresDir Akihiko. Beliau malah memutuskan Pocari Sweat dibagikan sepanjang tahun!!. Yang penting baginya saat itu bukanlah keuntungan, akan tetapi masa depan. Kalau sekarang menyebar benihnya, pasti akan berbuah banyak kemudian hari.
Benar saja, penjualan Pocari Sweat meningkat drastis setahun berikutnya yaitu pada musim panas tahun 1981. Konsumen ternyata sudah mengerti konsep dan rasa dari Pocari Sweat berkat operasi pembagian gratis tahun sebelumnya. Pada musim panas tahun kedua ini, penjualan Pocari Sweat melonjak 3 kali lipat dari musim panas sebelumnya yaitu mencapai 2,6 trilyun rupiah. Keyakinan Presdir Akhihiko akhirnya berbuah. Dan hingga saat ini Pocari Sweat sudah tersebar di berbagai belahan dunia.